Apa Itu Aerosol ? Dan Bahaya Aerosol Di Laboratorium ?


Health Aerosol
Aerosol didefinisikan  sebagai partikel padat atau cair yang tersuspensi di udara. Partikel aerosol memiliki rentang ukuran mulai dari sekitar 2 nm sampai 100 um. Aerosol terdiri dari sistem dua fasa yang terdiri dari partikel dan gas dimana partikel-partikel tersebut tersuspensi di dalamnya. Oleh karena itu istilah aerosol menunjuk pada campuran yaitu antara partikel dan gas. Partikel debu tanah yang tersuspensi di udara, asap yang keluar dari cerobong pabrik, partikel garam dari percikan air laut, tetes air awan, dan lain-lain sejenisnya merupakan contoh dari aerosol. Dalam beberapa keadaan, aerosol bersifat tidak stabil sehingga sifatnya berubah-ubah terhadap waktu. Namun untuk mengkaji dan mempelajari efeknya terhadap kesehatan, aerosol diasumsikan cukup stabil terutama ketika menghitung beban sistem pernafasan pada waktu berlangsung proses penghirupan udara di sekitarnya.

Di Laboratorium Aerosol merupakan produk dari satu senyawa atau lebih yang menyebar dan membentuk partikel halus cairan dalam gas atau udara, misalnya dalam bentuk kabut. Partikel halus ini mengandung bahan berbahaya biologis atau kimia. Umumnya, bahaya aerosol ini berefek pada sistem respirasi.
Ada beberapa macam bahaya respirasi antara lain :
  • Bentuk biologis misalnya organisme seperti jamur, virus , bakteria, dan darah.
  • Bentuk aerosol yaitu tetesan cairan sangat kecil di udara yang mengandung bahan berbahaya biologis atau kimia.
  • Bentuk fumes/gasses yaitu uap yang berasal dari bahan kimia atau gas.
  • Bentuk serbuk yaitu kandungan utama dalam serbuk, biasanya bahan kimia, atau kandungan lainnya.
  • Bentuk partikel yaitu partikel ukuran kecil yang terbang di udara dan dapat dihirup, seperti asbestos fibers, animal dander, dan bahkan material (seperti- silica).
Suatu bahaya dikategorikan menjadi beberapa jenis tergantung dari level toksisitasnya (Occupational Exprosure Limit - OEL). Level bahayanya seperti ini :
  1. Low toxicity – OEL around 500 ug/m3
  2. Intermediate Toxicity – OEL of 10-500 ug/m3
  3. Potent – OEL of .03-10 ug/m3
  4. Highly Potent – OEL of .03 ug/m3 or below
Dari keempat level bahaya diatas dapat dikategorikan dengan karakteristik sebagai berikut :
Kategori (I)
  • Dapat merugikan kesehatan
  • Berakibat kurang berbahaya pada kesehatan
  • Memiliki tanda bahaya yang baik (tercium atau iritasi)
  • Efek terkena paparannya dapat diobati dan tidak bersifat kronis
  • Dapat ditangani di luar bench
Kategori (II)
  • Memiliki efek yang lebih berbahaya
  • Dapat menimbulkan efek dikemudian hari dan resiko sensitisasi
  • Biasanya dapat diobati dan tidak bersifat kronis
  • Kurang bisa dideteksi bahayanya
  • Mungkin diperlukan Containment, khususnya bagi material yang bersifat sensitisasi
Kategori (III)
  • Menimbulkan efek yang berbahaya (often at exposure levels < 1ug/kg/day)
  • Strong sensitizer
  • Efek yang ditimbulkan tidak dapat diobati dan bersifat kronis
  • Tidak memiliki data toksikologi yang memadai
  • “Tidak diketahui” dan NCEs (New Chemical Entry) harus dinilai berpotensi berbahaya sampai ada hasil pembuktian tidak berbahaya
  • Dibutuhkan Containment dan pencegahan pemaparan
Kategori (IV)
  • Dapat menimbulkan efek yang paling berbahaya
  • Tidak diketahui tanda bahaya dan simptomatis
  • Efek yang ditimbulkan kuat dan bersifat kronis; membutuhkan penanganan medis secepatnya
  • Mungkin tidak dapat diobati
  • Bersifat –genic (carcinogenic, mutagenic, or teratogenic)
  • Dibutuhkan High level of containment
Bagi Anda yang mempunyai kepentingan dengan laboratorium, baik sebagai analis, teknisi, peneliti ataupun terlebih lagi sebagai pengelola laboratorium, perlu diperhatikan beberapa hal mengenai kondisi ruang laboratorium.
Beberapa strategi containment untuk mengatasi bahaya di laboratorium antara lain :
  1. Tekanan udara di dalam ruang lab harus negatif dibandingkan dengan sekitarnya, perlu diperhatikan agar udara mengalir satu arah.
  2. Lengkapi dengan room airlocks atau anteroom.
  3. Pergantian udara per jam mencapai 12-15 bidang pergantian.
  4. Lengkapi dengan Independent HVAC system.
  5. Berikan pelatihan tentang Good Lab Practices dan process SOPs.
  6. Lengkapi dengan localized ventilation dan containment devices.         Semoga bermanfa'at  amin yarrobal alamin.

0 komentar:

Poskan Komentar

Mohon dukungannya untuk perbaikan blog ini !! thanks you