This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pengembangan Alat Penghitung Sel Darah

Ralf Krauter/Agus Setiawan
Editor: Yuniman Farid;


Sel Darah Manusia
Diagnosa standar terpenting dalam kedokteran saat ini, adalah apa yang dinamakan haemogram atau status komposisi darah. Didalamnya ditunjukkan hasil penilaian komponen seluler yang ada dalam darah.

Haemogram biasanya merupakan gambaran dari komposisi seluler dalam darah, berupa sel darah merah atau Erytrosit, sel darah putih atau Leukosit serta sel penggumpal darah atau Trombosit. Sampel darah yang dikirim para dokter ke laboratorium biasanya diolah dalam perangkat yang disebut Zytometer aliran yang merupakan alat penghitung sel. Dengan prosedur penala optis, dapat diklasifikasikan puluhan ribu sel darah per detiknya. Para dokter dapat menganalisa tipe serta jumlah sel yang ada dalam darah, untuk memastikan indikasi adanya penyakit tertentu.

Mengoptimalkan Alat Penghitung Sel

Akan tetapi jika pasien menderita penyakit yang kompleks, amatlah sulit memilah berbagai tipe sel tersebut. Pakar informatika dan pimpinan bagian pengolahan citra serta teknik kedokteran di Institut Fraunhofer untuk Saklar Terintegrasi di Erlangen, Christian Wiegand, menjelaskan, “Tentu saja terdapat sederetan tipe sel dan mutasinya. Misalnya jika kita membayangkan penyakit leukemia dan sejenisnya. Terjadi sesuatu pada sel darah. Peralatan penghitung sel otomatis, yang dioptimalkan untuk aliran kecepatan tinggi, tidak dapat lagi menyortirnya secara akurat. Pada prinsipnya, kita terpaksa sekali lagi melakukan klasifikasinya secara manual. Dan memeriksa lagi secara teliti apa yang terkandung di sana. Kita membuat tipologinya dengan sistem semacam itu.“           

Christian Wiegand berdiri di depan sebuah mikroskop. Di bawah lensa mikroskop terdapat sampel darah pada plat obyek yang sedang diperiksa. Sel darah putih atau Leukosit diberi unsur pewarna ungu, agar dapat dibedakan dari komponen lainnya. Mata terlatih dari para ahli di laboratorium dapat mengenali pola warnanya, dan membedakan sel tipe mana yang ada di hadapan mereka. Untuk mendapatkan status darah atau haemogram mengenai dugaan infeksi, peradangan atau penyakit darah, dihitung enam tipe sel Leukosit terpenting. Masing-masing Limposit, Monosit serta tiga jenis Granulosit yang berbeda.

Meringankan Beban Kerja

Para pakar hematologi atau ahli darah dan penyakit darah, biasanya melakukan analisa sekitar 200 sel pada setiap sampel darah. Secara manual dan satu persatu. Jadi pekerjaan yang memerlukan ketelitian. Christian Wiegand menjelaskan lebih lanjut, “Klasifikasi secara manual ini juga sangat melelahkan. Bayangkan saja, kita duduk di depan mikroskop, melakukan scanning 200 selnya secara manual pada setiap plat obyek. Ini sangat menegangkan bagi mata dan tentu saja pada posisi kita di depan mikroskop yang harus terus membungkuk. Pokoknya sangat tidak nyaman.”

Karena itulah Christian Wiegand dan rekan-rekannya di Institut Fraunhofer untuk Saklar Terintegrasi di Erlangen mengganti mikroskop konvensional itu dengan kamera digital dan monitor layar datar. Mereka menghimpun data penelitian para ilmuwan mengenai sel darah putih atau Leukosit, dan membuat sebuah software yang dapat membandingkan gambaran sel di bawah mikroskop dengan nilai referensi pada bank data. Hasilnya adalah sebuah sistem analisa yang dapat membuat klasifikasi sel darah putih atau Leukosit. Dengan itu pekerjaan para ahli darah atau penyakit darah menjadi lebih ringan.

Perangkat baru penghitung sel darah itu diberi nama HEMACAM. Pengembangan perangkat dan sistem pemeriksa darah terbaru itu dilakukan oleh para peneliti bekerjasama dengan mitra industrinya. Peralatan yang sudah dijual di pasaran sejak bulan Oktober lalu, dapat melakukan analisa 8 sampel darah hanya dalam waktu 25 menit. Christian Wiegand menjelaskan keunggulan dan kelemahan sistem baru ini, “Kami harus mengatakan, sebuah sistem semacam itu, tentu saja tidak dapat membedakan semua sel hingga 100 persennya. Juga di sini terdapat toleransi kesalahan. Menurut saya, saat ini laju akurasi pemilahannya sudah melebihi 90 persen. Dan itu sudah amat bagus.“

Hemacam

Terus Dikembangkan

Apakah klasifikasi otomatisnya dapat berjalan sempurna, pada akhirnya yang berperan utama tetaplah para pakar kedokteran yang mengoperasikan perangkat ini. Jika muncul anomali dari algoritma HEMACAM, para ahli hematologi atau penyakit darah, tetap harus mengamati masing-masing sel darahnya di bawah mikroskop atau kamera digital. Dengan perintah lewat mouse komputer dipilah lagi ke kelompok pembanding lainnya, sebelum diagnosa mengenai penyakitnya dapat ditegakkan.

Dewasa ini para peneliti di Institut Fraunhofer untuk Saklar Terintegrasi di Erlangen sedang mengembangkan model penerusnya. Perangkat dan sistem baru itu dirancang lebih tinggi lagi kapasitas kerjanya dan juga lebih cepat aliran sel darahnya. Dengan mengembangkan perangkat lengan robot, peralatan baru haemogram itu juga dapat secara otomatis melakukan analisa 200 sampel darah secara simultan dalam waktu semalam. Selain itu para pakar informatika dari Institut Fraunhofer hendak menerapkan teknologi klasifikasi sel dengan pengenalan citra untuk sel sum-sum tulang belakang. Jika sistemnya dapat ditransfer dan berfungsi, maka diagnosa penyakit anemia dan leukemia dapat lebih disederhanakan lagi.

Para peneliti menetapkan target 30 bulan untuk menyukseskan ambisinya itu. Penghargaan atas inovasi terbaru perangkat analisa status darah atau haemogram juga telah diberikan oleh Kementrian Riset dan Teknologi Jerman kepada para peneliti di Institut Fraunhofer untuk Saklar Terintegrasi di Erlangen.

Sumber  : http://www.dw-world.de/dw/article/0,,6326036,00.html

Tip mengatasi susah tidur malam (Insomnia)

Mungkin sobat  termasuk dalam 40 persen orang dewasa yang mengalami insomnia, gangguan tidur yang sangat umum terjadi seperti yang ada di Amerika. Insomnia atau sulit tidur menimpa 1 dari 10 orang Amerika Serikat. Insomnia bisa berupa mata tak terpejam sepanjang malam, terbangun di tengah lelapnya tidur dan sulit tidur kembali, terbangun beberapa kali, bangun terlalu dini, atau tidak merasa bugar setelah bangun tidur. Meski demikian, sebenarnya hanya 30 persen penderita insomnia yang benar-benar terganggu. Insomnia itu sendiri bukanlah suatu penyakit tetapi lebih tepatnya adalah suatu gejala dari masalah lain atau beberapa masalah lain entah itu fisik, emosi atau tingkah laku.

Jenis Insomnia
  • Insomnia kronis, merupakan insomnia yang paling parah karena penderitanya selama sebulan atau lebih tidak bisa tidur pada sebagian besar malam.
  • Insomnia jangka pendek, penderita sulit tidur selama 2-4 minggu.
  • Insomnia sementara, yaitu insomnia yang berlangsung hanya beberapa hari.
Tip mengatasi Insomnia
  1. Mula-mula tentukan waktu tidur dan bangun secara teratur, tidur pada saat yang berubah-ubah akan membuat badan dalam kondisi siaga, akibatnya tubuh selalu dalam keadaan tegang, jika sudah di tentukan saat tidur dan bangun, seyogyanya dipatuhi.
  2. Apabila seseorang sulit tidur, tidak dianjurkan tidur pada siang hari. Tidur di siang hari akan mengurangi kebutuhan tidur di malam hari. Akibatnya pada malam hari tidur akan sering terjaga.
  3. Tempat tidur seyogyanya hanya digunakan untuk tidur dan tidak di gunakan untuk kegiatan lain. Misalnya menonton TV, Komputer,Menulis dan sebagainya.
  4. Jangan menggunakan peralatan elektronik seperti ponsel menjelang tidur.
  5. Latihan olah raga dapat membantu mengatasi sulit tidur, Lakukan olah raga pada sore hari atau setelah matahari terbenam.
  6. Hindari makanan minuman tertentu seperi makanan manis sebaiknya dihindari menjelang tidur, demikian pula minuman yang mengandung alkohol, teh serta kopi.
  7. Dianjurkan mandi air hangat dan minum susu hangat menjelang tidur dan kecilkan lampu atau padamkan lampu penerangan di kamar.
Tip ini semoga bermanfa'at 

Pemantapan Mutu Laboratorium Klinik

Sobatku yang tercinta ! mungkin sobat sudah pernah tahu bahwasanya jumlah laboratorium klinik di Indonesia saat ini meningkat dengan pesat. Dengan berkembangnya penelitian,peningkatan ini juga diikuti oleh bertambahnya berbagai macam tes serta metoda analitik yang baru. Kimia klinik termasuk kelompok tes yang banyak diminta oleh dokter klinik.
Ketersediaan bermacam-macam merek reagen dan peralatan otomatik yang canggih akan menimbulkan masalah dalam memilih mana yang baik. Demikian juga dalam pemeriksaan yang menggunakan alat otomatik akan menyulitkan kita untuk melacak adanya penyimpangan reaksi seperti nonlinearitas atau kesalahan panjang gelombang fotometer.
Tuntutan akan mutu hasil pemeriksaan laboratorium yang baik datang tidak saja dari klinisi akan tetapi juga langsung dari masyarakat. tuntutan ini merupakan tantangan yang cukup berat bagi personil labaoratorium. Upaya yang nyata untuk menjawab tantangan itu adalah pelaksanaan program pemantapan mutu laboratorium.
Sejak tahun 1980 pemerintah bersama perhimpunan profesi laboratorium melaksanakan program pemantapan mutu laboratorium yaitu Program Nasional Pemantapan Kualitas Laboratorium Klinik (PNPKLK). Program ini yang merupakan program pemantapan mutu ekstra laboratorium, sedikit banyak telah menggugah kesadaran para pengelola laboratorium di negara kita akan arti mutu laboratorium yang baik.
Masalah saat ini adalah bahwa kesadaran dalam melaksanakan pemantapan mutu masih terbatas  pada keikutsertaan dalam program pemantapan mutu ekstralaboratorium, mungkin sekarang ini masih ada laboratorium yang belum  melaksanakan program pemantapan mutu Intralaboratorium. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang arti, tujuan dan manfaat dari pemantapan mutu laboratorium klinik. Sejalan dengan itu dalam melaksanakan program tersebut diatas telah mempunyai dasar hukum  yaitu ; (1). Undang-undang R.I. No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan pasal 10 dan 67 (2). Keputusan Menteri Kesehatan R.I. No. 499/puslabkes/1984 tentang: Panitia Pelaksana Standarisasi dan Quality Control, memutuskan membentuk panitia pelaksanaan Standarisasi dan Quality Control. (3). Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan No. 208/SK/Yan.Kes./82 tentang : Wajib mengikuti Program Nasional Pemantapan Kualitas Laboratorium Klinik bagi Laboratorium Swasta. Nah sobat ikuti kelanjutannya diblog ini juga.... da dulu yah! capek da lama ga ngetik..hiii





Dasar Statistik Pemantapan Kualitas Labklin

Pemantapan kualitas dalam laboratorium klinik pada umumnya didasari pada evaluasi statistik. Oleh karena itu bagi sobat yang bekerja dilaboratorium klinik  khususnya tenaga tehnisi lab, ada baiknya sobat mempelajari serta menguasainya, hal ini demi menjamin kualitas laboratorium dimana sobat bekerja. apabila kualitas sudah kita jaga dan ditunjang dengan sumberdaya manusia yang kompeten maka secara otomatis kepuasan pelanggan dapat dicapai dan pada akhirnya  akan menguntungkan bagi laboratorium itu sendiri dan berimplikasi bagi sobat semua itu yang sobat harapkan bukan?.....waullahualam.
Nah untuk mempersingkat cerita Bang jay kali ini akan membahas tentang berbagai bentuk kesalahan menurut GAUSS

Bentuk- bentuk kesalahan
Sobat mungkin tidak menyadari sebagi contoh  hasil analisa kimia kuantitatif  saja selalu tak luput dari kesalahan- kesalahan yang disebabkan oleh berbagai penyebab. Untuk mengenal lebih baik dan menghindari kesalahan maka GAUSS membagi menjadi tiga macam bentuk kesalahan :
a. Kesalahan kasar ( kesalahan klerikal= kesalahan tata usaha= pra analitik)
b. Kesalahan acak
c. Kesalahan sistematik

a.Kesalahan  kasar 
Kesalahan kasar dapat timbul akibat kekeliruan-kekeliruan baik pada Pra maupun Pasca analitik,misalnya persiapan penderita, kesalahan penomoran(labeling), tertukar,kesalahan pemakaian anti koagulan, hemolisis, kerusakan spesimen karena penyimpanan atau transportasi, kesalahan perhitungan, transkripsi, panjang gelombang pengukuran dan lain-lain. pada umumnya kesalahan kasar dapat dihindari melalui sistem organisasi laboratorium yang baik dan teratur.

b. Kesalahan Acak ( Rendom error)
Kesalahan ini menyebabkan presisi hasil pemeriksaan menjadi kurang baik. Kesalahan ini dapat terjadi karena kepekaan suhu, arus/tegangan listrik, waktu inkubasi, proses pemeriksaan, cara pemipetan dan lain-lain.
kesalahan ini tidak dapat dihilangkan, hanya dapat dikurangi sampai batas tertentu dengan cara melakukan pemeriksaan dengan teliti, dan menggunakan alat dan reagen yang lebih baik, dan prosedur pemeriksaan yang benar.

c. Kesalahan sistematik
Kesalahan sistematik menyebabkan akurasi hasil pemeriksaan kurang baik, Kesalahan ini biasanya disebabkan oleh metode pemeriksaan yang dipakai, pipet yang kurang baik akurasinya, reagen yang rusak atau salah cara melarutkannya, panjang gelombang yang dipakai, kurva yang tidak linier, dan lain-lain. kesalahan ini dapat dilihat dari kartu kontrol Levey jennings adanya kecenderungan atau pergeseran. kesalahan ini harus dicari dan dihindarkan.

Aneka Tutorial

     Hai sobat,.. kali ini Bang jay  berbagi info kepada sobat2 semua, mau ga? oce so.. pasti pada mau kan !! he...he...he,  berjam2 abang tongkrongin tu komputer ampe larut malam saking asyiknya berselancar di dunia maya, tak terasa mata udah mulai di serang ngantuk tapi abang usir rasa ngantuk itu dengan segelas kopi dan sebatang rokok. Wow ternyata bener juga mata abang kembali agresif melihat kesana kemari di depan monitor , mmh.... akhirnya Bang jay  menemukan suatu Tutorial2 yang pasti intisari di dalamnya  bermanfa'at bagi sobat  pengunjung setia blog ini, Bang jay jadi curhat nih ?...Aneka Tutorial ini lahir wujud dari kecintaan Bang jay pada dunia bloger dan Ilmu teknologi. Aneka Tutorial ini baru tahap pengeditan, masih alakadarnya tapi bang jay akan terus perbanyak jika sobat sedikit meluangkan waktu berkunjung ke blog ini. Oce bang jay jadi ga sabaran untuk berbagi silahkan sobat klik dibawah ini sesuai selara sobat dan jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, mohon coment dari sobat guna perbaikan blog ini dan yang empunya tutorial mohon ijinnya h.e.e.h.e.e.h.e.e... ceritanya jadi panjang?... maklum...kopi.. dan udutnya masih setia menemani abang. cemon coy..                   

    Leadership characteristics and job satisfaction

       Sukses tidaknya suatu organisasi sangat tergantung dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki karena sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang mampu berprestasi maksimal. Kepuasan kerja mempunyai peranan penting terhadap prestasi kerja karyawan, ketika seorang karyawan merasakan kepuasan dalam bekerja maka seorang karyawan akan berupaya semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan tugasnya, yang akhirnya akan menghasilkan kinerja dan pencapaian yang baik bagi perusahaan.
    Kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap produktivitas organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Ketidakpuasan merupakan titik awal dari masalah-masalah yang muncul dalam organisasi seperti kemangkiran, konflik manager-pekerja dan perputaran karyawan. Dari sisi pekerja, ketidakpuasan dapat menyebabkan menurunnya motivasi, menurunnya moril kerja, dan menurunnya tampilan kerja baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif.

    Kepuasan dapat dirumuskan sebagai respon umum pekerja berupa perilaku yang ditampilkan oleh karyawan sebagai hasil persepsi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Seorang pekerja yang masuk dan bergabung dalam suatu organisasi mempunyai seperangkat keinginan, kebutuhan, hasrat dan pengalaman masa lalu yang menyatu dan membentuk suatu harapan yang diharapkan dapat dipenuhi di tempatnya bekerja. Kepuasan kerja ini akan didapat apabila ada kesesuaian antara harapan pekerja dan kenyataan yang didapatkan ditempat bekerja. Persepsi pekerja mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya dan kepuasan kerja melibatkan rasa aman, rasa adil, rasa menikmati, rasa bergairah, status dan kebanggaan. Dalam persepsi ini juga dilibatkan situasi kerja pekerja yang bersangkutan yang meliputi interaksi kerja, kondisi kerja, pengakuan, hubungan dengan atasan, dan kesempatan promosi. Selain itu di dalam persepsi ini juga tercakup kesesuaian antara kemampuan dan keinginan pekerja dengan kondisi organisasi tempat bekerja yang meliputi jenis pekerjaan, minat, bakat, penghasilan dan insentif. Menurut Locke dalam Munandar (2001:350) tenaga kerja yang puas dengan pekerjaannya merasa senang dengan pekerjaannya. Keyakinan bahwa karyawan yang terpuaskan akan lebih produktif daripada karyawan yang tak terpuaskan merupakan suatu ajaran dasar diantara para manajer selama bertahun-tahun (Robbins, 2001:26).

    Menurut Strauss dan Sayles dalam Handoko (2001:196) kepuasan kerja juga penting untuk aktualisasi, karyawan yang tidak memperoleh kepuasan kerja tidak akan pernah mencapai kematangan psikologis, dan pada gilirannya akan menjadi frustasi. Karyawan yang seperti ini akan sering melamun, mempunyai semangat kerja yang rendah, cepat lelah dan bosan, emosi tidak stabil, sering absen dan melakukan kesibukan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang harus dilakukan. Sedangkan karyawan yang mendapatkan kepuasan kerja biasanya mempunyai catatan kehadiran dan perputaran kerja yang lebih baik, kurang aktif dalam kegiatan serikat karyawan, dan kadang-kadang berprestasi bekerja lebih baik daripada karyawan yang tidak memperoleh kepuasan kerja. Oleh karena itu kepuasan kerja mempunyai arti penting baik bagi karyawan maupun perusahaan, terutama karena menciptakan keadaan positif di dalam lingkungan kerja perusahaan. Kepuasan kerja merupakan hasil keseluruhan dari derajat rasa suka atau tidak sukanya tenaga kerja terhadap berbagai aspek dari pekerjaannya. Dengan kata lain kepuasan mencerminkan sikap tenaga kerja terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu karakteristik pekerjaan, gaji, penyeliaan, rekan-rekan sejawat yang menunjang dan kondisi kerja yang menunjang. (Munandar, 2001:357).

    Peningkatan kepuasan kerja karyawan pada suatu organisasi tidak bisa dilepaskan dari peranan pemimpin dalam organisasi tersebut, kepemimpinan merupakan kunci utama dalam manajemen yang memainkan peran penting dan strategis dalam kelangsungan hidup suatu perusahaan, pemimpin merupakan pencetus tujuan, merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan dan mengendalikan seluruh sumber daya yang dimiliki sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya (Handoko, 2001 : 291).Oleh sebab itu pemimpin suatu organisasi perusahaan dituntut untuk selalu mampu menciptakan kondisi yang mampu memuaskan karyawan dalam bekerja sehingga diperoleh karyawan yang tidak hanya mampu bekerja akan tetapi juga bersedia bekerja kearah pencapaian tujuan perusahaan. Mengingat perusahaan merupakan organisasi bisnis yang terdiri dari orang-orang, maka pimpinan seharusnya dapat menyelaraskan antara kebutuhan-kebutuhan individu dengan kebutuhan organisasi yang dilandasi oleh hubungan manusiawi (Robbins, 2001:18).

    Sejalan dengan itu diharapkan seorang pimpinan mampu memotivasi dan menciptakan kondisi sosial yang menguntungkan setiap karyawan sehingga tercapai kepuasan kerja karyawan yang berimplikasi pada meningkatnya produktivitas kerja karyawan. Karakteristik pekerjaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, model karakteristik pekerjaan (job characteristics models) dari Hackman dan Oldham (1980) adalah suatu pendekatan terhadap pemerkayaan jabatan (job enrichment) yang dispesifikasikan kedalam 5 dimensi karakteristik inti yaitu Keragaman keterampilan (skill veriety), Jati diri dari tugas (task identity), signifikansi tugas (task significance), otonomi (autonomy) dan umpan balik (feed back). Setiap dimensi inti dari pekerjaan mencakup aspek besar materi pekerjaan yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja seseorang, semakin besarnya keragaman aktivitas pekerjaan yang dilakukan maka seseorang akan merasa pekerjaannya semakin berarti. Apabila seseorang melakukan pekerjaan yang sama, sederhana, dan berulang-ulang maka akan menyebabkan rasa kejenuhan atau kebosanan. Dengan memberi kebebasan pada karyawan dalam menangani tugas-tugasnya akan membuat seorang karyawan mampu menunjukkan inisiatif dan upaya mereka sendiri dalam menyelesaikan pekerjaan, dengan demikian desain kerja yang berbasis ekonomi ini merupakan fungsi dan faktor pribadi. Kelima karakteristik kerja ini akan mempengaruhi tiga keadaan psikologis yang penting bagi karyawan, yaitu mengalami makna kerja, memikul tanggung jawab akan hasil kerja, dan pengetahuan akan hasil kerja.

    Akhirnya, ketiga kondisi psikologis ini akan mempengaruhi motivasi kerja secara internal, kualitas kinerja, kepuasan kerja dan ketidakhadiran dan perputaran karyawan. Karakteristik pekerjaan seorang karyawan jelas terlihat desain pekerjaan seorang karyawan.Desain pekerjaan menentukan bagaimana pekerjaan dilakukan oleh karena itu sangat mempengaruhi perasaan karyawan terhadap sebuah pekerjaan, seberapa pengambilan keputusan yang dibuat oleh karyawan kepada pekerjaannya, dan seberapa banyak tugas yang harus dirampungkan oleh karyawan. Rendahnya kepuasan kerja dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti mangkir kerja, mogok kerja, kerja lamban, pindah kerja dan kerusakan yang disengaja. Karyawan yang tingkat kepuasannya tinggi akan rendah tingkat kemangkirannya dan demikian sebaliknya, organisasi-organisasi dengan karyawan yang lebih terpuaskan cenderung lebih efektif dari pada organisai-organisasi dengan karyawan yang tak terpuaskan sehingga dapat meningkatkan produktivitas organisasi dan salah satu penyebab timbulnya keinginan pindah kerja adalah kepuasan pada tempat kerja sekarang. (Robbins 2001). 
    Sumber : http://elqorni.wordpress.com/2009/04/03/ciri-ciri-dan-karakteristik-pemimpin/

    karakteristik pemimpin

    1. Menantang Proses
    Setiap kasus kepemimpinan yang terbaik selalu melibatkan satu jenis tantangan. Apapun tantangannya, semua kasus melibatkan perubahan dari statusquo. Tidak ada satu orang pun yang menyatakan telah melakukan yang terbaik secara pribadi dengan terus mempertahankan banyak hal tetap sama. Singkatnya, semua pemimpin menantang proses. Pemimpin adalah pelopor,- orang yang bersedia melangkah ke luar dan memasuki apa yang belum diketahui. Mereka bersedia mengambil resiko, melakukan inovasi dan percobaan supaya bisa menemukan cara yang baru yang lebih baik untuk melakukan banyak hal.
    Sumbangan utama pemimpin adalah dalam mengenali gagasan yang baik, dukungan kepada gagasan itu, dan kesediaan menantang sistem supaya bisa mengaplikasikan dan mewujudkan gagasan itu.
    2. Mengilhamkan Wawasan Bersama
        Pemimpin mengilhamkan wawasan bersama.Mereka melayangkan pandangan ke seberang cakrawala waktu, membayangkan kesempatan menarik yang disediakan setelah mereka dan peserta mereka sampai pada tujuan yang jauh ini. Pemimpin mempunyai hasrat supaya sesuatu terjadi, untuk mengubah cara banyak hal terjadi, menciptakan sesuatu yang tidak ada seorang pun pernah menciptakannya sebelumnya.
    Tapi ingat: orang yang tidak punya pengikut/peserta bukanlah pemimpin. Orang baru akan mengikuti setelah mereka menerima wawasan pemimpin sebagai wawasan mereka sendiri. Supaya bisa mengajak orang lain mempunyai wawasan, pemimpin harus mengenal peserta mereka dan bicara dalam bahasa mereka. Dengan demikian peserta tahu bahwa pemimpin memahami kebutuhan mereka.
    3. Memungkinkan Orang Lain Bisa Bertindak
    Pemimpin teladan menarik dukungan dan bantuan semua orang yang harus membuat kegiatan berjalan. Dengan satu cara, pemimpin melibatkan mereka yang harus hidup dengan hasilnya, dan mereka memungkinkan orang lain bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Mereka memungkinkan orang lain bisa bertindak. Pemimpin tahu bahwa tidak ada seorang pun yang melakukan apa yang terbaik bagi dirinya kalau dia merasa lemah, tidak cakap, atau terasing; mereka tahu orang yang diharapkan aktif harus mempunyai rasa kepemilikan. Pemimpin tidak menimbun kekuasaan, tetapi mendelegasikannya. Pemimpin dengan bangga bicara mengenai kerjasama tim, kepercayaan, dan pemberdayaan sebagai unsur pokok upaya mereka.
    4. Menjadi Penunjuk Jalan
    Pemimpin berjalan terlebih dahulu. Mereka memberikan contoh dan membina komitmen melalui tindakan sehari-hari yang sederhana, yang menciptakan kemajuan dan momentum. Pemimpin menjadi penunjuk jalan melalui contoh pribadi dan pelaksaanaan yang penuh pengabdian. Supaya ia bisa menjadi penunjuk jalan secara efektif, pertama-tama ia harus jelas terhadap prinsip bimbingannya. Ia harus bisa membela kepercayaannya. Akan tetapi perbuatan pemimpin jauh lebih penting daripada kata-kata mereka, dan harus konsisten dengan kata-kata mereka.
    5. Mendorong Hati
    Usaha mendaki ke puncak berat dan lama. Orang jadi kehabisan tenaga, frustasi dan kehilangan semangat. Mereka sering tergoda untuk menyerah. Pemimpin mendorong hati peserta mereka untuk jalan terus. Tindakan kepedulian yang sesungguhnya bisa meningkatkan semangat dan menarik orang ke depan. Misalnya apabila seorang berhasil dalam satu tugas tidak ada salahnya diberikan ganjaran yang sepantasnya. Dalam banyak kasus, pemimpin bukan hanya memberikan dorongan kepada orang lain, akan tetapi harus juga dapat memberikan dorongan kepada dirinya sendiri untuk terus bertahan dan berusaha untuk melayani dengan sebaik-baiknya.
    Ciri Khas Pemimpin yang Dikagumi Peserta/Pengikut.
    Fakta dibawah ini adalah hasil survey yang dilakukan suatu organisasi yang bergerak dalam penelitian kepemimpinan tentang sifat-sifat pemimpin yang dikagumi pengikut mereka.
    1.Jujur
    Dalam setiap survai, kejujuran lebih sering dipilih dibandingkan dengan ciri khas kepemimpinan apapun lainnya. Ini secara konsisten muncul sebagai suatu unsur yang paling penting dalam hubungan pemimpin-peserta. Jelas sekali, kalau kita bersedia mengikuti seseorang-apakah ke medan pertempuran atau suatu rapat tertentu, ke dalam rumah yang gelap, ke suatu kantor, atau ke garis depan-, kita mula-mula ingin meyakinkan diri kita bahwa orang itu layak mendapatkan kepercayaan kita. Konsistensi antara kata-kata dan perbuatan merupakan sarana yang kita pergunakan untuk menilai apakah seseorang jujur.
    2. Memandang ke Depan
    Kita mengharapkan pemimpin kita mempuyai rasa akan arah, dan perhatian kepada masa depan organisasi. Tetapi apakah kita menyebut kemampuan itu wawasan, impian, panggilan, tujuan, atau agenda pribadi, pesannya sudah jelas: pemimpin harus tahu kemana mereka akan pergi kalau ingin mengharapkan orang lain bersedia bergabung dengan mereka dalam perjalanan.
    Dengan kemampuan memandang ke depan, yang dimaksudkan orang bukanlah kekuatan ajaib untuk bisa meramalkan masa depan yang luar biasa. Realita jauh lebih berpijak di bumi: kemampuan menetapkan atau memilih tujuan yang diinginkan yang seharusnya dikejar oleh jemaat atau organisasi.
    3. Memberikan Inspirasi
        Kita juga mengharapkan pemimpin kita antusias, penuh semangat,dan positif tentang masa depan. Kita mengharapkan mereka bisa memberikan inspirasi. Tidak cukup seorang pemimpin untuk punya impian tentang masa depan. Seorang pemimpin harus bisa menyampaikan wawasan dengan cara yang mendorong kita untuk bisa bertahan dan bertindak.
    4. Cakap
        Supaya bisa mengajak orang dalam perjuangan orang lain, kita harus berkeyakinan bahwa orang itu cakap membimbing kita ke tempat yang kita tuju. Kita harus melihat pemimpin cakap dan efektif. Kalau kita meragukan kemampuan pemimpin, kita tidak bisa diajak dalam perang suci. Kata orang: kita tidak bisa memberikan kepercayaan dan diri kita kepada orang yang tidak punya catatan keberhasilan. Kecakapan yang dimaksud bukanlah dalam arti serba bisa. Tetapi seorang pemimpin harus cakap di bidang mana dia memimpin. Misalnya seharusnya seksi olahraga lebih cakap dalam menjelaskan masalah olah raga dibandingkan seksi kerohanian.
    Jujur, Memandang ke Depan, Memberikan Inspirasi, dan Cakap hasilnya : KREDIBILITAS.
    Kita menginginkan pemimpin kita bisa dipercaya. Kita harus merasa yakin kata-kata mereka bisa dipercaya, bahwa mereka akan melakukan apa yang mereka katakan, bahwa mereka sendiri bergairah dan antusias dengan arah yang mereka tuju, bahwa mereka mempunyai pengetahuan dan keahlian memimpin. Kepemimpinan: Kalau kita tidak percaya kepada si pembawa pesan, maka kita tidak akan mempercayai pesannya.
    Kalau orang melihat bahwa pemimpin mereka memiliki kredibilitas mereka akan bisa:
    * bangga mengatakan kepada orang lain bahwa mereka bagian dari organisasi.
    * memiliki rasa semangat tim yang kuat
    * memandang nilai-nilai pribadi mereka konsisten dengan nilai-nilai organisasi.
    * merasa berhubungan dan berkomitmen dengan organisasi.
    * mempunyai rasa memiliki organisasi
    Kredibiltas adalah atribut yang susah diperoleh. Dan itu adalah kualitas manusia yang sangat rapuh. Ini diperoleh menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun. Tetapi ini bisa hilang dengan sekejap kalau tidak dipelihara. Seorang pengikut bisa memaafkan ketidaktepatan janji pemimpin, salah omong, keseleo lidah, tindakan yang kurang hati-hati, atau beberapa kesalahan penting. Akan tetapi akan tiba saatnya ketika batas kesabaran seorang pengikut apabila ketidak konsistenan berlangsung terus-menerus. Disitu pemimpin kehilangan kredibilitas, dan amat susah untuk mendapatkannya kembali.

    Definition of Serum

    Serum: The clear liquid that can be separated from clotted blood. Serum differs from plasma, the liquid portion of normal unclotted blood containing the red and white cells and platelets. It is the clot that makes the difference between serum and plasma.
    Terms in this dictionary with the word "serum" include maternal serum alpha-fetoprotein (MSAFP), serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT), serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT), and serum hepatitis.
    The term "serum" also is used to designate any normal or pathological fluid that resembles serum as, for example, the fluid in a blister.
    "Serum" is a Latin word that refers to the "whey", the watery liquid that separates from the curds in the process of cheesemaking