This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Amankah......Secangkir Kopi ??


Menikmati secangkir kopi di kala sore hari pasti sangat nikmat, apalagi ditemani dengan sepotong cake atau makanan kecil lainnya. Namun apa jadinya jika sedang asik menikmati cappuccino di coffee shop langganan tiba-tiba Anda dihampiri segerombolan wanita pembenci kopi?!

Cerita di atas memang belum terjadi di sini, namun di London, pada tahun 1674 sekelompok wanita mendirikan Women Petition Against Coffee alias petisi wanita pembenci kopi, Apa pasal? Ternyata wanita di sana cemburu dan kesal karena para suami lebih betah nongkrong sambil menyeruput secangkir kopi di caffee house dari pada berkumpul dengan anak istri diruma. Ingin tau lebih jauh tentang kopi? Simak ulasan berikut.

Jenis Kopi
Pada mulanya biji kopi (Coffee sp) hanya terdiri dari jenis Arabica dan Robusta. Arabica mempunyai biji lebih kecil dibandingkan Robusta, kandungan kafeinya lebih rendah, rasa dan aroma lebih nikmat dan harga relatif lebih mahal. Robusta lain cerita, biji kopi ini utiranya besar, bentuknya oval, tinggi kafein dan memiliki aroma yang kurang harum. Kita lebih mengenal kopi Toraja atau kopi Jawa yang berasal dari varietas kopi Arabica atau kopi Lampung dan Bali dari jenis Robusta.

Proses Pembuatan
Nikmatnya secangkir kopi memang sebanding dengan proses membuatnya. Berawal dari biji kopi tua, dijemur hingga kering, digiling untuk memisahkan kulit dengan bijinya, disangrai hingga hitam, dihaluskan baru diseduh dengan air panas.
Saat ini banyak bermunculan kedai kopi, mulai dari warung sederhana yang menyediakan kopi tubruk hingga coffee house dengan cappuccino, espresso dan latte sebagai minuman andalan. Penikmat kopi sejati lebih menyukai kopi tubruk atau Espresso; kopi yang dibuat dengan cara menyemprotkan uap panas bertekanan tinggi ke dalam bubuk kopi lebih cocok karena citarasa khas kopi lebih terasa. Bagi pemula, Cappuccino; satu porsi kopi espresso yang ditambah susu dan taburan kayu manis bubuk atau latte; setengah porsi espresso yang ditambah susu cair lebih cocok karena citarasa kopi lebih ringan. Untuk rasa yang lain, irish Coffee; kopi panas yang diberi irish whisky dengan topping krim kocok menjanjikan sensasi yang berbeda bagi penikmat kopi.

Untung Rugi Minum Kopi
Beberapa penelitian ilmiah membuktikan, kalau minum kopi bermanfaat untuk kesehatan. Seperti yang dilakukan tim dari University of Houston, Texas. Penelitian yang dilakukan pada warga Irlandia yang suka minum kopi dengan ditambah whisky dapat menurunkan hingga 80% risiko serangan stroke. Kopi juga dapat menyembuhkan sakit kepala akibat ketegangan, seperti yang diungkap Dr. Seymour Diamond dari Diamond Headache Clinic. AS. Pakar lain berpendapat kandungan kafein Kopi dipercaya mampu meningkatkan libido seksual pria. Senyawa kafein bisa menghilangkan rasa lelah, kantuk dan meningkatkan kewaspadaan saraf motorik.

Selain manfaat beragam manfaat, kopi juga mempunyai sisi buruk terutama bagi para wanita. Laporan hasil penelitian rumah sakit Christchurch, Selandia baru mengungkap, sebagian besar wanita pecandu kopi akan melahirkan bayi yang sulit bernafas saat dilahirkan. Sedangkan penelitian Sven Cnattingius dari Karolinska Institute, Swedia, mengungkap; wanita yang mengkonsumsi 100 mg kafein/hari akan lebih mudah mengalami keguguran. Pakar kesehatan juga berpendapat kalau minum kopi lebih dari 6 cangkir sehari dapat meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida penyebab stroke.

Sumber: http://ntparisa.wordpress.com/category/kedokteran/

8 Fakta tentang Isaac Newton yang Anda tidak ketahui?


Siapa sih yang gak kenal Sir Isaac Newton. Seorang fisikawan, matematikawan, dan ahli astronomi Inggris penemu teori gravitasi yang terkenal itu. Nah, kita gak bahas tentang teori atau hidup Newton di sini, yang pasti udah pada tau kan. Tapi tau gak kalau ternyata Sir Isaac Newton itu :
    1. Terlahir Prematur
Isaac Newton lahir sebelum waktunya alias prematur. Ketika lahir, ia bahkan diperkirakan tidak akan bertahan karena tubuhnya yang sangat kecil.
2. Hampir Menjadi Petani
Newton terlahir di keluarga petani. Ketika menginjak usia 17 tahun, ibu Isaac Newton bersikeras agar ia menjadi petani. Jika bukan karena pamannya, ia tidak akan pernah berkuliah di Universitas Cambridge.
3. Merahasiakan Penemuan
Isaac Newton tidak langsung mempublikasikan penemuannya. Kebanyakan teorinya ditemukan ketika ia berumur 20an dan baru dipublikasikan beberapa tahun kemudian.
4. Newton dan Apel
Tentu kita sering mendengar kisah terkenal ini : bahwa Isaac Newton sedang berjalan di taman, di bawah pohon apel dan melihat jatuhnya sebuah apel yang menginspirasinya menemukan teori gravitasi. Padahal Newton sendiri mengatakan bahwa ia sedang di dalam rumah ketika ia melihat dari jendela sebuah apel jatuh dari pohonnya.
5. Seorang Alkemis.
Newton diam-diam mempelajari cara mengubah emas dan perak dari logam dasar.
Rahasia ini ia sembunyikan karna pada zamannya, mempelajari hal tersebut dilarang.
6. Sangat religius.
Walau banyak yang menggunakan teori Newton untuk mempertanyakan eksistensi Tuhan, dan walau ia tidak mempercayai eksistensi arwah dan hantu, Newton sendiri adalah seorang yang sangat religius. Ia pernah berkata, “Gravitasi mampu menjelaskan pergerakan planet-planet, tetapi gravitasi tidak mampu menjelaskan siapa yang menggerakan planet tersebut. Tuhan mengendalikan segalanya, dan tau apa yang bisa atau tidak bisa dilakukan”
7. Hasrat terhadap Alkitab
Newton sangat berhasrat dengan Alkitab. Ia lebih banyak menulis tentang agama daripada matematika dan sains. Ia bahkan memperkirakan tanggal penyaliban Yesus dan sudah memprediksikan bahwa Yahudi akan kembali ke tanah Israel. Ia juga sangat berhasrat untuk menemukan makna yang tersembunyi dalam Alkitab.
8. Satu kalimat sebagai politisi.
Newton menjadi anggota parlemen selama satu tahun (1689-1690). Hanya satu kalimat yang ia ucapkan sebagai seorang politisi : ia meminta seseorang untuk menutup jendela yang terbuka!!

Persepsi Dan Konsep Dasar Komunikasi Organisasi


Persepsi mengenai komunikasi organisasi perlu diketahui  sebagai dasar untuk memahami apa yang dimaksud dengan komunikasi organisasi.
1. Persepsi Redding dan Sanborn Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks. Yang termasuk bidang ini adalah :
  • komunikasi internal
  • hubungan manusia
  • hubungan persatuan pengelola
  • komunikasi downward (komunikasi dari atasan kepada bawahan)
  • komunikasi upward (komunikasi dari bawahan kepada atasan)
  • komunikasi horizontal (komunikasi dari orang-orang yang sama tingkatnya dalam organisasi)
  • keterampilan berkomunikasi dan berbicara, mendengarkan, menulis dan evaluasi program.
2. Persepsi Katz dan Kahn Komunikasi organisasi merupakan arus informasi, pertukaran informasi dan pemindahan arti di dalam organisasi.
3. Persepsi Zelko dan Dance Komunikasi organisasi adalah suatu sistem yang saling tergantung yang mencakup komunikasi internal dan komunikasi eksternal.
4. Persepsi Thayer Dia memperkenalkan tiga sistem komunikasi dalam organisasi yaitu :
- berkenaan dengan kerja organisasi seperti data mengenai tugas-tugas atau beroperasinya organisasi;
- berkenaan dengan pengaturan organisasi seperti perintah, aturan dan petunjuk;
- berkenaan dengan pemeliharaan dan pengembangan organisasi (hubungan dengan personal dan masyarakat, pembuat iklan
dan latihan)
5. Persepsi Greenbaunm Bidang komunikasi organisasi termasuk arus komunikasi formal dan informal dalam organisasi. Dia membedakan komunikasi internal dengan eksternal dan memandang peranan komunikasi terutama sebagai koordinasi pribadi dan tujuan organisasi serta masalah menggiatkan aktivitas.
Meskipun bermacam-macam persepsi dari para ahli mengenai komunikasi organisasi, tapi ada beberapa hal yang dapat disimpulkan :
• Komunikasi organisasi terjadi dalam suatu sistem terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri baik internal
maupun eksternal.
• Komunikasi organisasi meliputi pesan dan arusnya, tujuan, arah dan media.
• Komunikasi organisasi meliputi orang dan sikapnya, perasaannya, hubungannya dan keterampilannya.
Definisi dan konsep kunci komunikasi organisasi
Dari definisi tersebut terdapat tujuh konsep kunci yaitu :
Proses Suatu organisasi adalah suatu sistem terbuka yang dinamis yang menciptakan dan saling menukar pesan diantara anggotanya. Karena gejala menciptakan dan menukar informasi ini berjalan terus menerus tanpa henti maka dikatakan sebagai suatu proses.
Pesan adalah susunan simbol yang penuh arti tentang orang, obyek, kejadian yang dihasilkan oleh interaksi dengan orang lain. Dalam komunikasi organisasi kita mempelajari pertukaran pesan dalam seluruh organisasi. Pesan dalam organisasi ini dapat dilihat menurut beberapa klasifikasi yang berhubungan dengan :
  • bahasa (verbal dan non-verbal)
  • penerima (internal dan eksternal)
  • metode difusi (bagaimana pesan disebarluaskan)
  • arus tujuan dari pesan (berkenaan dengan tugas-tugas dalam organisasi, pemeliharaan organisasi dan kemanusiaan dan inovasi/Redding dalam Goldhaber, 1986). Menurut Thayer arus tujuan dari pesan adalah untuk memberi informasi, mengatur, membujuk dan mengintegrasikan ).
Jaringan Organisasi terdiri dari satu seri orang yang masing-masing menduduki posisi atau peranan tertentu dalam organisasi. Pertukaran pesan dari orang-orang tersebut melewati suatu set jalan kecil yang dinamakan jaringan komunikasi.
Hakikat dan luas jaringan ini dipengaruhi oleh faktor yang masing-masing mempengaruhi jaringan komunikasi yaitu :
  • hubungan peranan (formal dan informal)
  • arah dan arus pesan (komunikasi kepada atasan, komunikasi kepada bawahan dan komunikasi horizontal)
  • isi dari pesan
Keadaan saling tergantung Keadaan saling tergantung antara satu bagaian dengan bagian lainnya telah menjadi sifat  dari suatu organisasi yang merupakan suatu sistem terbuka.
Bila suatu bagian dari organisasi mengalami gangguan maka akan berpengaruh  pada bagaian lainnya dan mungkin juga pada seluruh sistem organisasi.
Hubungan Karena organisasi merupakan sistem kehidupan sosial, maka untuk berfungsinya bagian-bagian itu terletak pada tangan manusia.  Oleh karena itu hubungan manusia dalam organisasi yang menfokuskan kepada tingkahlaku komunikasi dari orang yang terlibat dalam satu hubungan perlu dipelajari.
Lingkungan Yang dimaksud dengan lingkungan adalah semua totalitas secara fisik dan faktor sosial yang diperhitungkan dalam pembuatan keputusan mengenai individu dalam suatu sistem. Lingkungan ini dapat dibedakan :
  • Lingkungan internal (karyawan, golongan fungsional dari organisasi, komponen organisasi lainnya seperti tujuan, produk/jasa dsb)
  • Lingkungan eksternal ( pelanggan, kompetitor, teknologi, dsb)
Ketidakpastian adalah perbedaan informasi yang tersedia dengan informasi yang diharapkan. Untuk mengurangi ketidakpastian ini organisasi menciptakan dan menukar pesan di antara anggota, penelitian, pengembangan organisasi dan menghadapi tugas-tugas yang kompleks dengan integritas yang tinggi.
Pendekatan komunikasi organisasi
Untuk melihat komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi dapat digunakan tiga pendekatan, yaitu :
Pendekatan Makro Dalam pendekatan makro organisasi dipandang sebagai suatu struktur global yang berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam berinteraksi, organisasi melakukan aktivitas tertentu seperti :
  • Memproses informasi dan lingkungan
  • Mengadakan identifikasi
  • Melakukan intergrasi dengan organisasi lain
  • Menentukan tujuan organisasi
Pendekatan Mikro Pendekatan ini terutama menfokuskan kepada komunikasi dalam unit dan sub-unit pada suatu organisasi. Komunikasi yang diperlukan pada tingkat ini adalah komunikasi antara anggota kelompok seperti :
  • Komunikasi untuk pemberian orientasi dan latihan
  • Komunikasi untuk melibatkan anggota kelompok dalam tugas kelompok
  • Komunikasi untuk menjaga iklim organisasi
  • Komunikasi dalam mensupervisi dan pengarahan pekerjaan
  • Komunikasi untuk mengetahui rasa kepuasan kerja dalam organisasi
Pendekatan individual berpusat pada tingkahlaku komunikasi individual dalam organisasi. Semua tugas-tugas yang telah diuraikan pada dua pendekatan sebelumnya diselesaikan oleh komunikasi individual satu sama lainnya. Ada beberapa bentuk komunikasi individual :
  • Berbicara pada kelompok kerja
  • Menghadiri dan berinteraksi dalam rapat-rapat
  • Menulis dan mengonsep surat
  • Berdebat untuk suatu usulan

Sistem Manajemen Gudang


Sistem adalah kumpulan interaksi dari sub sistem, dan Manajemen adalah ilmu mengelola sumber daya, sedangkan Gudang adalah tempat penyimpanan barang sementara.
Secara ringkas sistem manajemen gudang mengandung pemahaman : pengelolaan dari aktifitas yang saling terkait dalam aktifitas penyimpanan barang sementara. Apa saja aktifitas penyimpanan barang itu? Penerimaan dari pemasok, handling barang, pengeluaran barang ke tujuan adalah garis besar dari aktifitas penyimpanan.
Saat ini gudang memiliki arti luas dan lebih dari sekedar tempat penyimpanan saja. Gudang itu sendiri tidak menambah nilai barang secara langsung, tidak ada perubahan citarasa, bentuk, kemasan, dll. Intinya tidak ada kegiatan proses operasi pada barang, yang ada adalah aktifitas transportasi barang dari satu tempat ke tempat lainnya, itu secara umum kegiatan di Gudang.

Beberapa aktifitas di dalam gudang secara sederhana :
1. Administrasi.
2. Penerimaan barang.
3. Penyimpanan barang.
4. Pengepakan barang ke tempat yang dituju.
5. Pengeluaran barang.
Aktifitas ini saling terkait, dan secara personalia harus dikepalai oleh satu orang, semisal Kepala bagian, Supervisor atau semacamnya. Tiap kepala bagian diharuskan menguasai pengendalian pada bagiannya, pengendalian yang harus dilakukan :
1. Pengendalian Operasional
2. Pengendalian Biaya
3. Pengendalian Personalia

Operasional, Biaya dan Personalia saling berkaitan. Menurut saya penguasaan mendalam dan kontrol ketat pada ketiga bagian itu akan melahirkan kondisi yang sehat bagi gudang, ketiga bagian ini perlu terus dikembangkan. Misalnya Pengendalian Personalia, jangan hanya puas dengan kondisi saat ini, jika dapat upgrade lah kemampuan anak buah dengan berbagai hal kreatif. Kepala bagian juga secara rutin berkomunikasi dalam satu forum besar, semisal briefing pagi, atau briefing target2 dan kesalahan-kesalahan yang masih ada. Menurut saya juga tidak ada satu sistem kerja yang sempurna, selalu ada yang lebih baik.
Setiap bagian dalam gudang akan saya bahas pada kesempatan berikut. Meninjau secara umum sistem manajemen gudang sangat menarik bagi orang yang berkecimpung di dalamnya, mengapa? Paling tidak ada beberapa alasan :
  1. Dalam lingkup gudang SDM yang dihadapi level pekerja kasar dan sulit diatur, sehingga diperlukan sebuah pendekatan yang personal dan unik dibandingkan kantoran.
  2. Variabel yang ada sulit dikendalikan, sehingga kapasitas perlu diperbesar setiap hari dalam menangani masalah.
  3. Gudang sebagai pusat logistik namun tidak memberi nilai tambah secara langsung, sehingga prestasi kerja tidak begitu Nampak. Jadi sesempurnanya sebuah gudang, memang begitulah seharusnya dan bukan sebuah prestasi. Misal, biaya gudang harus di bawah 5%, sangat sulit, tetapi ketika kita mencapainya tidak ada prestasi tersendiri, lumrah. Beda dengan Sales yang bisa sekreatif mungkin memainkan angka-angka.
  4. Barang rusak dan hilang nilainya tinggi jika tidak ada pengendalian-pengendalian yang di manaje secara professional.
Sampai saat ini bergerak di bidang logistik, merupakan hal menarik. Lebih kepada behind the scene namun sangat vital dalam sebuah perusahaan yang memiliki Gudang. Secara tidak langsung distribusi logistik pemilu kacau disebabkan belum ada penguasaan mendalam, oleh sebab itu Manajemen Logistik perlu di angkat dan dipelajari dari suatu hal yang sederhana dan kecil sampai suatu sistem yang kompleks dan rumit. Sumber pembelajaran terdapat banyak di situs luar negeri, namun tentunya adopsi yang sesuai dengan karakteristik perusahaan merupakan hal paling baik untuk mencapai produktifitas.

Administrasi Gudang
Administrasi menurut saya merupakan sutradara dibalik segala operasional Gudang. Administrasi mengurus data-data gudang seperti data pemesanan barang, data persediaan, data pengeluaran barang, data permintaan, bahkan sampai peramalan permintaan. Oleh karena itu, ibarat sebuah film maka Administrasi adalah penulis skenario yang menentukan jalan ceritanya. Mengingat sistem begitu kompleks, diperlukan software yang menangani semuanya secara terintegrasi. Jika pada lingkup administrasi tidak ditangani dengan baik, maka yang kena getahnya adalah operasional di lapangan.

Software yang mengatur transaksi gudang ini lebih baik bisa dieksekusi dalam keadaan real time, jadi seperti sistem informasi Bank. Semisal ambil uang Rp 200.000 di ATM, maka Bank langsung secara real time mengurangi saldo. Nah, kira-kira seperti itu yang software yang dibutuhkan di gudang. Tetapi saya sendiri gak begitu menguasai tentang software seperti ini, yang saya paham hanya sedikit alur administrasi gudang.

Data pemesanan barang
Sebuah gudang menyimpan barang-barang tertentu dan mengeluarkan dalam jumlah tertentu. Misalkan pengeluaran adalah x maka penyimpanan bisa saja x atau x + y , dimana y adalah buffer stock, Tingkat buffer diperlukan di Indonesia, mengingat kontinuitas suplai yang tidak terjamin oleh pemasok, padahal teori mengatakan zero stock adalah hal yang baik, tetapi itu beresiko tinggi terhadap potential loss sales dari perusahaan.
Pemesanan dilakukan administrasi berdasarkan kebutuhan pengeluaran. Kebutuhan pengeluaran diramalkan terlebih dahulu melalui data historis ataupun diestimasi. Pemesanan dilakukan kepada pemasok dengan perjanjian waktu bayar (term of payment(TOP)), dimana TOP nantinya diusahakan angkanya lebih besar daripada DSI (Day Sales Inventory) atau waktu barang tersimpan dampai menjadi uang. Misalkan jika perusahaan berhasil menjual dalam waktu 3 hari dan TOP adalah 6 hari, maka perusahan untung, karena sudah berhasil menjual 2 kali tetapi baru membayar sebanyak 1 kali.
Administrasi banyak berkaitan dengan pemasok. Perjanjian produk yang returnable juga menguntungkan perusahaan dibandingkan sistem beli putus.
Perjanijian ini bahkan bisa sebegitu ketat, semisal satu peritel luar negeri yang tersangkut kasus di KPPU, salah satunya karena diduga mengadakan perjanjian pada pemasok supaya harga yang masuk ke ritel tersebut harus lebih murah dibanding ritel mana saja yang memesan barang sama dengan pemasok. Ini merupakan bentuk praktek monopoli.
Hubungan erat pihak administrasi juga dijalankan dalam rangka menjalin supplier relationship management. Banyak faktor yang mempengaruhi supplier relationship management dan itu banyak menyangkut etika bisnis.

Data Inventory
Administrasi menjadi ujung tombak seluruh pencatatan arus keluar masuk barang, sehingga pengendalian operasional lebih dimudahkan dengan adanya akurasi data. Bukti pencatatan barang keluar masuk akan mempengaruhi beberapa hal berikut :
1. Jumlah stok barang.
2. Klaim pembayaran barang masuk dan keluar.
3. Dasar memesan barang.
4. Mempelajari trend sales.
Data persediaan ini menuntut akurasi data secara real time dan dapat dipertanggungjawabkan.
Administrasi yang kuat perlu dibangun melalui integrasi antara komputerisasi dan sumber daya yang menjalankannya. Sistem informasi yang berkaitan dengan database memerlukan orang-orang yang akrab dengan database.

Sistem penerimaan digudang
Penerimaan barang merupakan segala awal arus barang yang bergerak di gudang. Penerimaan barang dari pemasok atau rekanan memang kelihatan mudah, namun bila hal ini tidak memiliki sistem yang mengatur, maka bisa dipastikan akan mengganggu produktifitas. Berikut adalah hal-hal penting dalam penerimaan barang :
1. Bukti pesanan barang dari Gudang (untuk memastikan pesanan barang dalam spesifikasi tepat)
2. Bukti Tanda Barang diterima (untuk penagihan)
3. Cek Bukti Pemesanan dengan Fisik Barang
4. Cek Expired Date dan Kondisi Barang
5. Memasukkan Barang ke Penyimpanan

Bukti Pemesanan (Purchase Order)
Ketika satu pihak memesan sejumlah barang ke pemasok, maka dia akan mengirimkan PO ke pemasok. Barang sesuai jumlah PO ini nantinya akan dibawa ke Gudang tempat yang disiapkan oleh si pemesan. Tim Gudang tentunya tidak selalu tahu jenis barang apa yang dipesan, oleh sebab itu tim Gudang perlu memastikan kesesuaian PO dengan fisik barang yang ada. Setelah PO diperiksa dan sesuai dengan seluruh item yang dibawa, maka selanjutnya dibuat Bukti Tanda terima Barang.

Bukti Tanda Terima Barang
Bukti Tanda Terima Barang serta Faktur akan berhubungan dengan penagihan uang. Bukti Tanda Terima barang akan dijadikan dasar oleh pihak supplier untuk menagih ke pemesan barang. Pentingnya untuk membuat Bukti Tanda Terima Barang ini asli dan ada tanda-tanda yang dilampirkan, semisal PO atau surat lain yang menjamin keaslian dokumen ini.


Operasional
Aktifitas operasional adalah bongkar barang, cek expired, cek kesesuaian pesanan serta memasukkan barang ke penyimpanan. Aktifitas operasional ini merupakan salah satu critical point, mengapa? Berikut beebrapa alasan versi saya :
1. Bongkar muat barang yang dilakukan oleh kuli bongkar rawan membuat rusak barang atau resiko kehilangan barang karena dicuri.
2. Cek kesesuaian barang dengan PO dan Expired date barang dilakukan oleh staff penerimaan barang yang biasanya memiliki sejumlah alasan untuk tidak melakukan aktifitas ini dengan sejumlah alasan seperti : supaya cepat, sudah kenal dengan pemasok, disiplin melakukan sistem, dll. Intinya di poin 1 dan 2 kritis dikarenakan Faktor Sumber Daya Manusia.
Penerimaan Barang di gudang ‘rawan’ permainan dengan pihak supplier. Staff penerimaan tanpa diketahui oleh pemesan dapat melakukan deal-deal khusus yang merugikan pemesan dan menguntungkan pemasok. Jadi kontrol yang ketat terhadap personil penerimaan cukup penting, hal seperti melakukan rotasi pekerjaan rutin serta bekerja dalam jumlah kecil serta pembatasan wewenang adalah hal-hal praktis yang bisa dilakukan.

Sumber : http://elqorni.wordpress.com/2009/11/11/sistem-manajemen-gudang/

Strategy for the Validation of Methods

The validity of a specific method should be demonstrated in laboratory experiments using samples or standards that are similar to unknown samples analyzed routinely. The preparation and execution should follow a validation protocol, preferably written in a step-by-step instruction format. This proposed procedure assumes that the instrument has been selected and the method has been developed. It meets criteria such as ease of use; ability to be automated and to be controlled by computer systems; costs per analysis; sample throughput; turnaround time; and environmental, health and safety requirements.
  1. Develop a validation protocol, an operating procedure or a validation master plan for the validation
  2.  For a specific validation project define owners and responsibilities
  3. Develop a validation project plan
  4. Define the application, purpose and scope of the method
  5. Define the performance parameters and acceptance criteria
  6. Define validation experiments
  7. Verify relevant performance characteristics of equipment
  8.  Qualify materials, e.g. standards and reagents for purity, accurate amounts and sufficient stability
  9.  Perform pre-validation experiments
  10. Adjust method parameters or/and acceptance criteria if necessary
  11.  Perform full internal (and external) validation experiments
  12.  Develop SOPs for executing the method in the routine
  13.  Define criteria for revalidation
  14.  Define type and frequency of system suitability tests and/or analytical quality control (AQC) checks for the routine
  15.  Document validation experiments and results in the validation report

Penilaian Auto Analyzer Yang??




Pada zaman modern sekarang  ini  kemajuan Ilmu teknologi dibidang kesehatan , khususnya alat Laboratorium semakin pesat,  maka hendaknya kemajuan tersebut di imbangi juga peningkatan mutu pelayanan laboratorium secara optimal, sehingga mutu hasil laboratorium dapat dipertanggung jawabkan  dan dapat dipercaya oleh konsumen.
Dalam mencapai mutu hasil pemeriksaan yang berkualitas  tak lepas dari  berbagai  faktor penunjang salah satunya adalah  Auto analyzer ( Alat analisis ).

Jika kita menengok  ke belakang peralatan  laboratorium  saat ini jauh lebih maju , canggih dan berkembang yang sebelumnya dalam melakukan analisis secara manual sekarang perlahan - lahan sudah ditinggalkan , karena faktor kesalahan sangat besar dibanding dengan  alat otomatik.  Akan tetapi alat otomatik juga tak luput dari kesalahan, maka dari itu dalam memilih alat laboratorium hendak nya kita benar - benar memahami prinsip dan cara kerja alat tersebut, dan jangan sampai  dalam memilih alat hanya karena popularitas alat, harga serta diskon yang menjanjikan tetapi yang perlu sobat perhatikan adalah  metode  analisis reagen  itu sendiri, hal ini untuk meminimalisir serta mencegah  kesalahan dalam interpretasi hasil. 

Sebagai contoh kecil dan penting untuk diperhatikan mungkin diantara sobat  punya pengalaman  dalam mengoperasionalkan  Analyzer  bukan? seperti hasil analisis dibawah batas limit padahal  sampel dalam keadaan baik  dan juga kurang  mampu menganalisis sampel ikterik, lipemik sehingga hasil cenderung High atau Low pada  kondisi  penyakit tertentu, hasil  uji tidak menggambarkan kondisi  pasien sebenarnya Dan pada akhirnya dilakukan analisis dengan metode yang berbeda, apakah ini salah satu masalah pada evaluasi dan penilaian dalam merekomendasikan alat? Apakah ini  jaminan kualitas pelayanan laboratorium ?  abang rasa  Wallahualam.
pada tulisan ini izinkan  abang sedikit berbagi   sebagai pedoman dalam merekomendasikan alat laboratorium karena ?
  • Untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang valid diperlukan  alat yang baik.
  • Dalam menilai kinerja alat diperlukan uji fungsi.
  • Uji fungsi alat diperlukan untuk menilai ketepatan dan ketelitian alat dalam melakukan pemeriksaan sehingga didapatkan hasil pemeriksaan yang dapat dipercaya dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. 
Nah sebelum alat digunakan untuk pemeriksaan terhadap sample penderita ada baiknya dilakukan  sebagai berikut ;  
Tahap pelaksanaan : Labaratorium melakukan pemeriksaan beberapa parameter yang diminta perusahaan pemilik alat terhadap serum kontrol yang telah diketahui nilainya selama minimal 20 hari berturut-turut, kemudian ditentukan nilai mean (rata-rata), standar deviasi dan Coeffisien variasi (CV) untuk menilai ketepatan (akurasi) dan Kemudian dilakukan uji coba pemeriksaan beberapa parameter yang diminta terhadap minimal 200 pasien.

Tahap penilaian :
  • Ketepatan (akurasi) dinilai dengan membandingkan nilai rata-rata (mean) hasil pemeriksaan serum kontrol dengan nilai tengah (nilai target) dari serum kontrol, alat dikatakan baik jika mean hasil pemeriksaan serum kontrol dekat dengan nilai tengah serum kontrol dan nilai tengah hasil pemeriksaan serum kontrol, berada pada rentang nilai normal serum kontrol.
  • Ketelitian (presisi) dinilai dengan cara menghitung Coefisien Variasi (CV) dari pemeriksaan serum kontrol, alat dikatakan baik bila Coefisien Variasi (CV) 5 %.
  • Tolok ukur yang digunakan :
Mean (X) = x
n
CV = SD x 100 %
X
SD = (x - X)2
n-1
Keterangan :
X = Nilai rata-rata kontrol
x = Nilai kontrol
n = Jumlah pemeriksaan kontrol
CV = Koefisien Variasi
SD = Standar Deviasi

Tahap Evaluasi :
Laboratorium  membuat evaluasi hasil uji fungsi alat yang berisi tentang ketepatan dan ketelitian alat tersebut serta  ditindak lanjuti apakah alat sudah memenuhi kreteria dalam penilaian. sebagai tambahan  hendaknya  jangan terfokus  pada uji akurasi  dan presisi semata akan tetapi unsur pendukung lainya perlu diperhatikan juga?  mungkin sobat lebih  berpengalaman dari abang bukan? pasti lebih tahu. ha....a.a.a.a.a.a.a

Tulisan ini bukan untuk merekomendasikan suatu alat atau menjelekkan kualitas alat tertentu tak lain  sebagai masukan dari abang karena Laboratorium saat ini dituntut mengedepankan jaminan kualitas hasil secara cepat, tepat dan teliti. Maka ada baiknya dalam laboratorium  minimal mempunyai  dua analyzer dalam bidangnya dengan metode yang berbeda, hal ini untuk mengurangi tingkat kesalahan dalam  analisis, validasi hasil serta waktu turnaround (TAT), dan juga menambah pengetahuan bagi tenaga pelaksana laboratorium itu sendiri juga bagi dunia pendidikan umumnya. Mohon ma'af jika tulisan ini masih banyak kekurangan  karena abang hanya manusia biasa yang baru belajar untuk menulis di blog , sekali lagi abang mohon ma'af  dan  ditunggu. saran nya. TQ  Amin………. pemerhati laborat

By. Bang Jay


STANDAR PROFESI AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM INDONESIA

PENDAHULUAN .

Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, pasal 50 penjelasan menyatakan bahwa : Yang dimaksud dengan” standar profesi ”adalah batasan kemampuan ( knowledge, skill and professional attitude ) minimal yang harus dikuasai oleh seorang individu untuk dapat melakukan kegiatan profesionalnya pada masyarakat secara mandiri yang dibuat oleh organisasi profesi.

Standar Profesi
Standar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia adalah suatu standar bagi profesi ahli teknologi laboratorium kesehatan di Indonesia dalam menjalankan tugas profesinya untuk berperan secara aktif terarah dan terpadu bagi pembangunan nasional Indonesia.
Standar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia mencakup standar kompetensi kerja yang harus dimiliki dan kode etik yang harus dilaksanakan oleh ahli teknologi laboratorium kesehatan Indonesia dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai tenaga kesehatan.
Kualifikasi pendidikan untuk Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia adalah lulusan Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK) atau Akademi Analis Kesehatan (AAK) atau Akademi Analis Medis (AAM), atau Pendidikan Ahli Madya Analis Kesehatan (PAM-AK) atau lulusan Pendidikan Tinggi yang berkaitan langsung dengan laboratorium kesehatan.

Tugas pokok :

melaksanakan pelayanan laboratorium kesehatan meliputi bidang Hematologi, Kimia Klinik, Mikrobiologi, Imunologi-serologi,Toksikologi, Kimia Lingkungan, Patologi Anatomi (Histopatologi, Sitopatologi, Histokimia, Imunopatologi, Patologi Molekuler), Biologi dan Fisika.
Fungsi/kewajiban: 
  1. Mengembangkan prosedur untuk mengambil dan memproses specimen.
  2. Melaksanakan uji analitik terhadap reagen dan specimen.
  3. Mengoperasikan dan memelihara peralatan/instrumen laboratorium.
  4. Mengevaluasi data laboratorium untuk memastikan akurasi dan prosedur pengendalian mutu dan mengembangkan pemecahan masalah yang berkaitan dengan data hasil uji.
  5. Mengevaluasi teknik, instrument, dan prosedur baru untuk menentukan manfaat kepraktisannya.
  6. Membantu klinisi dalam pemanfaatan data laboratorium secara efektif dan efisien untuk menginterpretasikan hasil uji laboratorium.
  7. Merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan laboratorium.
  8. Membimbing dan membina tenaga kesehatan lain dalam bidang teknik kelaboratoriuman.
  9. Merancang dan melaksanakan penelitian dalam bidang laboratorium kesehatan.
kompetensi :
1. Menguasai ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya di laboratorium Kesehatan.
2. Mampu merencanakan/merancang proses yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya di  laboratorium kesehatan sesuai jenjangnya.
3. Memiliki keterampilan untuk melaksanakan proses teknis operasional pelayanan laboratorium, yaitu:
a. Keterampilan pengambilan specimen, termasuk penyiapan pasien (bila diperlukan), labeling, penanganan, pengawetan,fiksasi, pemrosesan, penyimpanan dan pengiriman specimen.
b. Keterampilan melaksanakan prosedur laboratorium, metode pengujian dan pemakaian alat dengan benar.
c. Keterampilan melakukan perawatan dan pemeliharaan alat, kalibrasi dan penanganan masalah yang erkaitan dengan uji yang dilakukan.
d. Keterampilan melaksanakan uji kualitas media dan reagen untuk pengujian specimen.
4. Mampu memberikan penilaian analitis terhadap hasil uji laboratorium.
5. Memiliki pengetahuan untuk melaksanakan kebijakan pengendalian mutu dan prosedur laboratorium.
6. Memiliki kewaspadaan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi hasil uji laboratorium.

Penutup
Dalam era globalisasi, tuntutan standarisasi mutu pelayanan laboratorium tidak dapat dielakkan lagi. Peraturan perundang-undangan sudah mulai diarahkan kepada kesiapan seluruh profesi kesehatan dalam menyongsong era pasar bebas tersebut, termasuk ahli teknologi laboratorium kesehatan Indonesia juga harus mampu bersaing dengan ahli-ahli teknologi laboratorium (Medical Laboratory Technologist) dari negara lain yang lebih maju. Untuk itu standar Profesi bagi para ahli teknologi laboratorium kesehatan di Indonesia. disusun untuk memberikan pedoman bagi para ahli teknologi laboratorium kesehatan Indonesia dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga kesehatan dibidang pelayanan laboratorium kesehatan.

Daftar Kepustakaan
 
  1. Undang – Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
  2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
  3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  4. Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Peraturan
  6. Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
  7.  Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi 
  8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1457/Menkes/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota; 
  9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 004/Menkes/SK/I/2003 tentang Kebijakan dan Strategi Desentralisasi Bidang Kesehatan
  10. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 07/KEP/M.PAN/2/2000 Tahun 2000 Tentang Jabatan Fungsional Laboratorium Kesehatan dan Angka Kreditnya
  11. Kode Etik Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan tercantum dalam Ketetapan MUNAS V PATELKI Nomor 06/MUNAS-V/05-2006 tentang Penetapan Kode Etik PATELKI tanggal 22 Mei 2006.  
  12. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 370/Menkes/Sk/III/2007 TentangStandar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan 

                        Disarikan oleh : Netty T. Pakpahan, SH( Biro Hukum Depkes RI)

Pengembangan Alat Penghitung Sel Darah

Ralf Krauter/Agus Setiawan
Editor: Yuniman Farid;


Sel Darah Manusia
Diagnosa standar terpenting dalam kedokteran saat ini, adalah apa yang dinamakan haemogram atau status komposisi darah. Didalamnya ditunjukkan hasil penilaian komponen seluler yang ada dalam darah.

Haemogram biasanya merupakan gambaran dari komposisi seluler dalam darah, berupa sel darah merah atau Erytrosit, sel darah putih atau Leukosit serta sel penggumpal darah atau Trombosit. Sampel darah yang dikirim para dokter ke laboratorium biasanya diolah dalam perangkat yang disebut Zytometer aliran yang merupakan alat penghitung sel. Dengan prosedur penala optis, dapat diklasifikasikan puluhan ribu sel darah per detiknya. Para dokter dapat menganalisa tipe serta jumlah sel yang ada dalam darah, untuk memastikan indikasi adanya penyakit tertentu.

Mengoptimalkan Alat Penghitung Sel

Akan tetapi jika pasien menderita penyakit yang kompleks, amatlah sulit memilah berbagai tipe sel tersebut. Pakar informatika dan pimpinan bagian pengolahan citra serta teknik kedokteran di Institut Fraunhofer untuk Saklar Terintegrasi di Erlangen, Christian Wiegand, menjelaskan, “Tentu saja terdapat sederetan tipe sel dan mutasinya. Misalnya jika kita membayangkan penyakit leukemia dan sejenisnya. Terjadi sesuatu pada sel darah. Peralatan penghitung sel otomatis, yang dioptimalkan untuk aliran kecepatan tinggi, tidak dapat lagi menyortirnya secara akurat. Pada prinsipnya, kita terpaksa sekali lagi melakukan klasifikasinya secara manual. Dan memeriksa lagi secara teliti apa yang terkandung di sana. Kita membuat tipologinya dengan sistem semacam itu.“           

Christian Wiegand berdiri di depan sebuah mikroskop. Di bawah lensa mikroskop terdapat sampel darah pada plat obyek yang sedang diperiksa. Sel darah putih atau Leukosit diberi unsur pewarna ungu, agar dapat dibedakan dari komponen lainnya. Mata terlatih dari para ahli di laboratorium dapat mengenali pola warnanya, dan membedakan sel tipe mana yang ada di hadapan mereka. Untuk mendapatkan status darah atau haemogram mengenai dugaan infeksi, peradangan atau penyakit darah, dihitung enam tipe sel Leukosit terpenting. Masing-masing Limposit, Monosit serta tiga jenis Granulosit yang berbeda.

Meringankan Beban Kerja

Para pakar hematologi atau ahli darah dan penyakit darah, biasanya melakukan analisa sekitar 200 sel pada setiap sampel darah. Secara manual dan satu persatu. Jadi pekerjaan yang memerlukan ketelitian. Christian Wiegand menjelaskan lebih lanjut, “Klasifikasi secara manual ini juga sangat melelahkan. Bayangkan saja, kita duduk di depan mikroskop, melakukan scanning 200 selnya secara manual pada setiap plat obyek. Ini sangat menegangkan bagi mata dan tentu saja pada posisi kita di depan mikroskop yang harus terus membungkuk. Pokoknya sangat tidak nyaman.”

Karena itulah Christian Wiegand dan rekan-rekannya di Institut Fraunhofer untuk Saklar Terintegrasi di Erlangen mengganti mikroskop konvensional itu dengan kamera digital dan monitor layar datar. Mereka menghimpun data penelitian para ilmuwan mengenai sel darah putih atau Leukosit, dan membuat sebuah software yang dapat membandingkan gambaran sel di bawah mikroskop dengan nilai referensi pada bank data. Hasilnya adalah sebuah sistem analisa yang dapat membuat klasifikasi sel darah putih atau Leukosit. Dengan itu pekerjaan para ahli darah atau penyakit darah menjadi lebih ringan.

Perangkat baru penghitung sel darah itu diberi nama HEMACAM. Pengembangan perangkat dan sistem pemeriksa darah terbaru itu dilakukan oleh para peneliti bekerjasama dengan mitra industrinya. Peralatan yang sudah dijual di pasaran sejak bulan Oktober lalu, dapat melakukan analisa 8 sampel darah hanya dalam waktu 25 menit. Christian Wiegand menjelaskan keunggulan dan kelemahan sistem baru ini, “Kami harus mengatakan, sebuah sistem semacam itu, tentu saja tidak dapat membedakan semua sel hingga 100 persennya. Juga di sini terdapat toleransi kesalahan. Menurut saya, saat ini laju akurasi pemilahannya sudah melebihi 90 persen. Dan itu sudah amat bagus.“

Hemacam

Terus Dikembangkan

Apakah klasifikasi otomatisnya dapat berjalan sempurna, pada akhirnya yang berperan utama tetaplah para pakar kedokteran yang mengoperasikan perangkat ini. Jika muncul anomali dari algoritma HEMACAM, para ahli hematologi atau penyakit darah, tetap harus mengamati masing-masing sel darahnya di bawah mikroskop atau kamera digital. Dengan perintah lewat mouse komputer dipilah lagi ke kelompok pembanding lainnya, sebelum diagnosa mengenai penyakitnya dapat ditegakkan.

Dewasa ini para peneliti di Institut Fraunhofer untuk Saklar Terintegrasi di Erlangen sedang mengembangkan model penerusnya. Perangkat dan sistem baru itu dirancang lebih tinggi lagi kapasitas kerjanya dan juga lebih cepat aliran sel darahnya. Dengan mengembangkan perangkat lengan robot, peralatan baru haemogram itu juga dapat secara otomatis melakukan analisa 200 sampel darah secara simultan dalam waktu semalam. Selain itu para pakar informatika dari Institut Fraunhofer hendak menerapkan teknologi klasifikasi sel dengan pengenalan citra untuk sel sum-sum tulang belakang. Jika sistemnya dapat ditransfer dan berfungsi, maka diagnosa penyakit anemia dan leukemia dapat lebih disederhanakan lagi.

Para peneliti menetapkan target 30 bulan untuk menyukseskan ambisinya itu. Penghargaan atas inovasi terbaru perangkat analisa status darah atau haemogram juga telah diberikan oleh Kementrian Riset dan Teknologi Jerman kepada para peneliti di Institut Fraunhofer untuk Saklar Terintegrasi di Erlangen.

Sumber  : http://www.dw-world.de/dw/article/0,,6326036,00.html

Tip mengatasi susah tidur malam (Insomnia)

Mungkin sobat  termasuk dalam 40 persen orang dewasa yang mengalami insomnia, gangguan tidur yang sangat umum terjadi seperti yang ada di Amerika. Insomnia atau sulit tidur menimpa 1 dari 10 orang Amerika Serikat. Insomnia bisa berupa mata tak terpejam sepanjang malam, terbangun di tengah lelapnya tidur dan sulit tidur kembali, terbangun beberapa kali, bangun terlalu dini, atau tidak merasa bugar setelah bangun tidur. Meski demikian, sebenarnya hanya 30 persen penderita insomnia yang benar-benar terganggu. Insomnia itu sendiri bukanlah suatu penyakit tetapi lebih tepatnya adalah suatu gejala dari masalah lain atau beberapa masalah lain entah itu fisik, emosi atau tingkah laku.

Jenis Insomnia
  • Insomnia kronis, merupakan insomnia yang paling parah karena penderitanya selama sebulan atau lebih tidak bisa tidur pada sebagian besar malam.
  • Insomnia jangka pendek, penderita sulit tidur selama 2-4 minggu.
  • Insomnia sementara, yaitu insomnia yang berlangsung hanya beberapa hari.
Tip mengatasi Insomnia
  1. Mula-mula tentukan waktu tidur dan bangun secara teratur, tidur pada saat yang berubah-ubah akan membuat badan dalam kondisi siaga, akibatnya tubuh selalu dalam keadaan tegang, jika sudah di tentukan saat tidur dan bangun, seyogyanya dipatuhi.
  2. Apabila seseorang sulit tidur, tidak dianjurkan tidur pada siang hari. Tidur di siang hari akan mengurangi kebutuhan tidur di malam hari. Akibatnya pada malam hari tidur akan sering terjaga.
  3. Tempat tidur seyogyanya hanya digunakan untuk tidur dan tidak di gunakan untuk kegiatan lain. Misalnya menonton TV, Komputer,Menulis dan sebagainya.
  4. Jangan menggunakan peralatan elektronik seperti ponsel menjelang tidur.
  5. Latihan olah raga dapat membantu mengatasi sulit tidur, Lakukan olah raga pada sore hari atau setelah matahari terbenam.
  6. Hindari makanan minuman tertentu seperi makanan manis sebaiknya dihindari menjelang tidur, demikian pula minuman yang mengandung alkohol, teh serta kopi.
  7. Dianjurkan mandi air hangat dan minum susu hangat menjelang tidur dan kecilkan lampu atau padamkan lampu penerangan di kamar.
Tip ini semoga bermanfa'at 

Pemantapan Mutu Laboratorium Klinik

Sobatku yang tercinta ! mungkin sobat sudah pernah tahu bahwasanya jumlah laboratorium klinik di Indonesia saat ini meningkat dengan pesat. Dengan berkembangnya penelitian,peningkatan ini juga diikuti oleh bertambahnya berbagai macam tes serta metoda analitik yang baru. Kimia klinik termasuk kelompok tes yang banyak diminta oleh dokter klinik.
Ketersediaan bermacam-macam merek reagen dan peralatan otomatik yang canggih akan menimbulkan masalah dalam memilih mana yang baik. Demikian juga dalam pemeriksaan yang menggunakan alat otomatik akan menyulitkan kita untuk melacak adanya penyimpangan reaksi seperti nonlinearitas atau kesalahan panjang gelombang fotometer.
Tuntutan akan mutu hasil pemeriksaan laboratorium yang baik datang tidak saja dari klinisi akan tetapi juga langsung dari masyarakat. tuntutan ini merupakan tantangan yang cukup berat bagi personil labaoratorium. Upaya yang nyata untuk menjawab tantangan itu adalah pelaksanaan program pemantapan mutu laboratorium.
Sejak tahun 1980 pemerintah bersama perhimpunan profesi laboratorium melaksanakan program pemantapan mutu laboratorium yaitu Program Nasional Pemantapan Kualitas Laboratorium Klinik (PNPKLK). Program ini yang merupakan program pemantapan mutu ekstra laboratorium, sedikit banyak telah menggugah kesadaran para pengelola laboratorium di negara kita akan arti mutu laboratorium yang baik.
Masalah saat ini adalah bahwa kesadaran dalam melaksanakan pemantapan mutu masih terbatas  pada keikutsertaan dalam program pemantapan mutu ekstralaboratorium, mungkin sekarang ini masih ada laboratorium yang belum  melaksanakan program pemantapan mutu Intralaboratorium. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang arti, tujuan dan manfaat dari pemantapan mutu laboratorium klinik. Sejalan dengan itu dalam melaksanakan program tersebut diatas telah mempunyai dasar hukum  yaitu ; (1). Undang-undang R.I. No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan pasal 10 dan 67 (2). Keputusan Menteri Kesehatan R.I. No. 499/puslabkes/1984 tentang: Panitia Pelaksana Standarisasi dan Quality Control, memutuskan membentuk panitia pelaksanaan Standarisasi dan Quality Control. (3). Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan No. 208/SK/Yan.Kes./82 tentang : Wajib mengikuti Program Nasional Pemantapan Kualitas Laboratorium Klinik bagi Laboratorium Swasta. Nah sobat ikuti kelanjutannya diblog ini juga.... da dulu yah! capek da lama ga ngetik..hiii





Dasar Statistik Pemantapan Kualitas Labklin

Pemantapan kualitas dalam laboratorium klinik pada umumnya didasari pada evaluasi statistik. Oleh karena itu bagi sobat yang bekerja dilaboratorium klinik  khususnya tenaga tehnisi lab, ada baiknya sobat mempelajari serta menguasainya, hal ini demi menjamin kualitas laboratorium dimana sobat bekerja. apabila kualitas sudah kita jaga dan ditunjang dengan sumberdaya manusia yang kompeten maka secara otomatis kepuasan pelanggan dapat dicapai dan pada akhirnya  akan menguntungkan bagi laboratorium itu sendiri dan berimplikasi bagi sobat semua itu yang sobat harapkan bukan?.....waullahualam.
Nah untuk mempersingkat cerita Bang jay kali ini akan membahas tentang berbagai bentuk kesalahan menurut GAUSS

Bentuk- bentuk kesalahan
Sobat mungkin tidak menyadari sebagi contoh  hasil analisa kimia kuantitatif  saja selalu tak luput dari kesalahan- kesalahan yang disebabkan oleh berbagai penyebab. Untuk mengenal lebih baik dan menghindari kesalahan maka GAUSS membagi menjadi tiga macam bentuk kesalahan :
a. Kesalahan kasar ( kesalahan klerikal= kesalahan tata usaha= pra analitik)
b. Kesalahan acak
c. Kesalahan sistematik

a.Kesalahan  kasar 
Kesalahan kasar dapat timbul akibat kekeliruan-kekeliruan baik pada Pra maupun Pasca analitik,misalnya persiapan penderita, kesalahan penomoran(labeling), tertukar,kesalahan pemakaian anti koagulan, hemolisis, kerusakan spesimen karena penyimpanan atau transportasi, kesalahan perhitungan, transkripsi, panjang gelombang pengukuran dan lain-lain. pada umumnya kesalahan kasar dapat dihindari melalui sistem organisasi laboratorium yang baik dan teratur.

b. Kesalahan Acak ( Rendom error)
Kesalahan ini menyebabkan presisi hasil pemeriksaan menjadi kurang baik. Kesalahan ini dapat terjadi karena kepekaan suhu, arus/tegangan listrik, waktu inkubasi, proses pemeriksaan, cara pemipetan dan lain-lain.
kesalahan ini tidak dapat dihilangkan, hanya dapat dikurangi sampai batas tertentu dengan cara melakukan pemeriksaan dengan teliti, dan menggunakan alat dan reagen yang lebih baik, dan prosedur pemeriksaan yang benar.

c. Kesalahan sistematik
Kesalahan sistematik menyebabkan akurasi hasil pemeriksaan kurang baik, Kesalahan ini biasanya disebabkan oleh metode pemeriksaan yang dipakai, pipet yang kurang baik akurasinya, reagen yang rusak atau salah cara melarutkannya, panjang gelombang yang dipakai, kurva yang tidak linier, dan lain-lain. kesalahan ini dapat dilihat dari kartu kontrol Levey jennings adanya kecenderungan atau pergeseran. kesalahan ini harus dicari dan dihindarkan.

Aneka Tutorial

     Hai sobat,.. kali ini Bang jay  berbagi info kepada sobat2 semua, mau ga? oce so.. pasti pada mau kan !! he...he...he,  berjam2 abang tongkrongin tu komputer ampe larut malam saking asyiknya berselancar di dunia maya, tak terasa mata udah mulai di serang ngantuk tapi abang usir rasa ngantuk itu dengan segelas kopi dan sebatang rokok. Wow ternyata bener juga mata abang kembali agresif melihat kesana kemari di depan monitor , mmh.... akhirnya Bang jay  menemukan suatu Tutorial2 yang pasti intisari di dalamnya  bermanfa'at bagi sobat  pengunjung setia blog ini, Bang jay jadi curhat nih ?...Aneka Tutorial ini lahir wujud dari kecintaan Bang jay pada dunia bloger dan Ilmu teknologi. Aneka Tutorial ini baru tahap pengeditan, masih alakadarnya tapi bang jay akan terus perbanyak jika sobat sedikit meluangkan waktu berkunjung ke blog ini. Oce bang jay jadi ga sabaran untuk berbagi silahkan sobat klik dibawah ini sesuai selara sobat dan jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, mohon coment dari sobat guna perbaikan blog ini dan yang empunya tutorial mohon ijinnya h.e.e.h.e.e.h.e.e... ceritanya jadi panjang?... maklum...kopi.. dan udutnya masih setia menemani abang. cemon coy..                   

    Leadership characteristics and job satisfaction

       Sukses tidaknya suatu organisasi sangat tergantung dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki karena sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang mampu berprestasi maksimal. Kepuasan kerja mempunyai peranan penting terhadap prestasi kerja karyawan, ketika seorang karyawan merasakan kepuasan dalam bekerja maka seorang karyawan akan berupaya semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan tugasnya, yang akhirnya akan menghasilkan kinerja dan pencapaian yang baik bagi perusahaan.
    Kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap produktivitas organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Ketidakpuasan merupakan titik awal dari masalah-masalah yang muncul dalam organisasi seperti kemangkiran, konflik manager-pekerja dan perputaran karyawan. Dari sisi pekerja, ketidakpuasan dapat menyebabkan menurunnya motivasi, menurunnya moril kerja, dan menurunnya tampilan kerja baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif.

    Kepuasan dapat dirumuskan sebagai respon umum pekerja berupa perilaku yang ditampilkan oleh karyawan sebagai hasil persepsi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Seorang pekerja yang masuk dan bergabung dalam suatu organisasi mempunyai seperangkat keinginan, kebutuhan, hasrat dan pengalaman masa lalu yang menyatu dan membentuk suatu harapan yang diharapkan dapat dipenuhi di tempatnya bekerja. Kepuasan kerja ini akan didapat apabila ada kesesuaian antara harapan pekerja dan kenyataan yang didapatkan ditempat bekerja. Persepsi pekerja mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya dan kepuasan kerja melibatkan rasa aman, rasa adil, rasa menikmati, rasa bergairah, status dan kebanggaan. Dalam persepsi ini juga dilibatkan situasi kerja pekerja yang bersangkutan yang meliputi interaksi kerja, kondisi kerja, pengakuan, hubungan dengan atasan, dan kesempatan promosi. Selain itu di dalam persepsi ini juga tercakup kesesuaian antara kemampuan dan keinginan pekerja dengan kondisi organisasi tempat bekerja yang meliputi jenis pekerjaan, minat, bakat, penghasilan dan insentif. Menurut Locke dalam Munandar (2001:350) tenaga kerja yang puas dengan pekerjaannya merasa senang dengan pekerjaannya. Keyakinan bahwa karyawan yang terpuaskan akan lebih produktif daripada karyawan yang tak terpuaskan merupakan suatu ajaran dasar diantara para manajer selama bertahun-tahun (Robbins, 2001:26).

    Menurut Strauss dan Sayles dalam Handoko (2001:196) kepuasan kerja juga penting untuk aktualisasi, karyawan yang tidak memperoleh kepuasan kerja tidak akan pernah mencapai kematangan psikologis, dan pada gilirannya akan menjadi frustasi. Karyawan yang seperti ini akan sering melamun, mempunyai semangat kerja yang rendah, cepat lelah dan bosan, emosi tidak stabil, sering absen dan melakukan kesibukan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang harus dilakukan. Sedangkan karyawan yang mendapatkan kepuasan kerja biasanya mempunyai catatan kehadiran dan perputaran kerja yang lebih baik, kurang aktif dalam kegiatan serikat karyawan, dan kadang-kadang berprestasi bekerja lebih baik daripada karyawan yang tidak memperoleh kepuasan kerja. Oleh karena itu kepuasan kerja mempunyai arti penting baik bagi karyawan maupun perusahaan, terutama karena menciptakan keadaan positif di dalam lingkungan kerja perusahaan. Kepuasan kerja merupakan hasil keseluruhan dari derajat rasa suka atau tidak sukanya tenaga kerja terhadap berbagai aspek dari pekerjaannya. Dengan kata lain kepuasan mencerminkan sikap tenaga kerja terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu karakteristik pekerjaan, gaji, penyeliaan, rekan-rekan sejawat yang menunjang dan kondisi kerja yang menunjang. (Munandar, 2001:357).

    Peningkatan kepuasan kerja karyawan pada suatu organisasi tidak bisa dilepaskan dari peranan pemimpin dalam organisasi tersebut, kepemimpinan merupakan kunci utama dalam manajemen yang memainkan peran penting dan strategis dalam kelangsungan hidup suatu perusahaan, pemimpin merupakan pencetus tujuan, merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan dan mengendalikan seluruh sumber daya yang dimiliki sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya (Handoko, 2001 : 291).Oleh sebab itu pemimpin suatu organisasi perusahaan dituntut untuk selalu mampu menciptakan kondisi yang mampu memuaskan karyawan dalam bekerja sehingga diperoleh karyawan yang tidak hanya mampu bekerja akan tetapi juga bersedia bekerja kearah pencapaian tujuan perusahaan. Mengingat perusahaan merupakan organisasi bisnis yang terdiri dari orang-orang, maka pimpinan seharusnya dapat menyelaraskan antara kebutuhan-kebutuhan individu dengan kebutuhan organisasi yang dilandasi oleh hubungan manusiawi (Robbins, 2001:18).

    Sejalan dengan itu diharapkan seorang pimpinan mampu memotivasi dan menciptakan kondisi sosial yang menguntungkan setiap karyawan sehingga tercapai kepuasan kerja karyawan yang berimplikasi pada meningkatnya produktivitas kerja karyawan. Karakteristik pekerjaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, model karakteristik pekerjaan (job characteristics models) dari Hackman dan Oldham (1980) adalah suatu pendekatan terhadap pemerkayaan jabatan (job enrichment) yang dispesifikasikan kedalam 5 dimensi karakteristik inti yaitu Keragaman keterampilan (skill veriety), Jati diri dari tugas (task identity), signifikansi tugas (task significance), otonomi (autonomy) dan umpan balik (feed back). Setiap dimensi inti dari pekerjaan mencakup aspek besar materi pekerjaan yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja seseorang, semakin besarnya keragaman aktivitas pekerjaan yang dilakukan maka seseorang akan merasa pekerjaannya semakin berarti. Apabila seseorang melakukan pekerjaan yang sama, sederhana, dan berulang-ulang maka akan menyebabkan rasa kejenuhan atau kebosanan. Dengan memberi kebebasan pada karyawan dalam menangani tugas-tugasnya akan membuat seorang karyawan mampu menunjukkan inisiatif dan upaya mereka sendiri dalam menyelesaikan pekerjaan, dengan demikian desain kerja yang berbasis ekonomi ini merupakan fungsi dan faktor pribadi. Kelima karakteristik kerja ini akan mempengaruhi tiga keadaan psikologis yang penting bagi karyawan, yaitu mengalami makna kerja, memikul tanggung jawab akan hasil kerja, dan pengetahuan akan hasil kerja.

    Akhirnya, ketiga kondisi psikologis ini akan mempengaruhi motivasi kerja secara internal, kualitas kinerja, kepuasan kerja dan ketidakhadiran dan perputaran karyawan. Karakteristik pekerjaan seorang karyawan jelas terlihat desain pekerjaan seorang karyawan.Desain pekerjaan menentukan bagaimana pekerjaan dilakukan oleh karena itu sangat mempengaruhi perasaan karyawan terhadap sebuah pekerjaan, seberapa pengambilan keputusan yang dibuat oleh karyawan kepada pekerjaannya, dan seberapa banyak tugas yang harus dirampungkan oleh karyawan. Rendahnya kepuasan kerja dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti mangkir kerja, mogok kerja, kerja lamban, pindah kerja dan kerusakan yang disengaja. Karyawan yang tingkat kepuasannya tinggi akan rendah tingkat kemangkirannya dan demikian sebaliknya, organisasi-organisasi dengan karyawan yang lebih terpuaskan cenderung lebih efektif dari pada organisai-organisasi dengan karyawan yang tak terpuaskan sehingga dapat meningkatkan produktivitas organisasi dan salah satu penyebab timbulnya keinginan pindah kerja adalah kepuasan pada tempat kerja sekarang. (Robbins 2001). 
    Sumber : http://elqorni.wordpress.com/2009/04/03/ciri-ciri-dan-karakteristik-pemimpin/